Senin, 27 Februari 2012
Suatu Hari, Everest Takkan Bisa Didaki lagi
20.06 | Diposting oleh
Mraz |
Edit Entri
Apa atau yang lebih populer sebagai "Super Sherpa", pendaki gunung yang pertama kali menaklukkan Everest pada tahun 1989 mengatakan bahwa suatu hari, Everest mungkin takkan bisa didaki lagi.
Apa sebabnya? Ia mengatakan bahwa pemanasan global berdampak pada jumlah es di Himalaya. Berkurangnya jumlah es menyebabkan jalur pendakian lebih berbahaya.
"Tahun 1989, ketika pertama mendaki Everest, ada banyak salju dan es. Tapi sekarang, semua menjadi batu telanjang. Dampaknya, semakin banyak batuan jatuh yang berbahaya bagi pendaki," kata Apa.
Dikutip Daily Mail, Senin (27/2/2012), Apa juga mengungkapkan, "Pendakian juga semakin sulit sebab ketika di gunung dulu Anda bisa memakai crampons (sepatu yang didesain khusus untuk mendaki di gunung berlapis es), tapi sekarang sangat licin dan berbahaya untuk berjalan di permukaan batuan."
Apa adalah anggota komunitas Sherpa di Himalaya. Sejak usia 12 tahun, ia mulai bekerja sebagai pembawa perlengkapan bagi pendaki Himalaya. Tahun lalu, ia memecahkan rekor sebagai pendaki yang telah menaklukkan Everest sebanyak 21 kali. Kini, Apa tinggal di Salt Lake City, Amerika Serikat.
Ia menyerukan perlunya perhatian pada isu pemanasan global serta upaya mengatasinya. Jika tidak, keindahan puncak Everest mungkin benar-benar akan menjadi sesuatu yang hanya bisa dibayangkan.
Apa sebabnya? Ia mengatakan bahwa pemanasan global berdampak pada jumlah es di Himalaya. Berkurangnya jumlah es menyebabkan jalur pendakian lebih berbahaya.
"Tahun 1989, ketika pertama mendaki Everest, ada banyak salju dan es. Tapi sekarang, semua menjadi batu telanjang. Dampaknya, semakin banyak batuan jatuh yang berbahaya bagi pendaki," kata Apa.
Dikutip Daily Mail, Senin (27/2/2012), Apa juga mengungkapkan, "Pendakian juga semakin sulit sebab ketika di gunung dulu Anda bisa memakai crampons (sepatu yang didesain khusus untuk mendaki di gunung berlapis es), tapi sekarang sangat licin dan berbahaya untuk berjalan di permukaan batuan."
Apa adalah anggota komunitas Sherpa di Himalaya. Sejak usia 12 tahun, ia mulai bekerja sebagai pembawa perlengkapan bagi pendaki Himalaya. Tahun lalu, ia memecahkan rekor sebagai pendaki yang telah menaklukkan Everest sebanyak 21 kali. Kini, Apa tinggal di Salt Lake City, Amerika Serikat.
Ia menyerukan perlunya perhatian pada isu pemanasan global serta upaya mengatasinya. Jika tidak, keindahan puncak Everest mungkin benar-benar akan menjadi sesuatu yang hanya bisa dibayangkan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tulisan Populer
- Cinta Maia Estianty Terganjal Ahmad Dhani?
- Info Menarik – Kontroversi Mas Kawin Menggunakan Seperangkat Alat
- 331 Siswa Tak Lulus UN SMA/MA/SMK
- Daftar Lengkap Transfer Tiga Raksasa Spanyol Musim Ini
- Empat Fakta Seputar Kafein
- Motor MotoGP Terbaik Pilihan Rossi
- Fergie Balas Kritikan Keane
- Sejarah Surkuit Sentul
- Rossi Beberkan Kelemahan Motor Ducati
- Es Cendol Asli Indonesia Masuk Kategori Minuman Terbaik Di Dunia
Blog Archive
-
▼
2012
(199)
-
▼
Februari
(49)
- Asteroid Besar Mungkin Tabrak Bumi pada 2040
- Konser di Jakarta, Sum 41 Minta Makanan Organik
- Gara-gara Tweet, Tiga Pesepakbola Didenda FA
- Yahoo Klaim Facebook Langgar Paten Teknologinya
- Jalan Panjang Google Bangun Kantor di Indonesia
- Rudy Ramawy Ditunjuk Jadi Bos Google Indonesia
- Hujan Lebat Selingi Tes Sepang
- Jolie-Pitt Bikin Wahana Permainan Sendiri untuk An...
- Besok, Majalah PSM Hadir di Makassar
- Daftar 10 negara terkorup di Dunia 2012
- Suatu Hari, Everest Takkan Bisa Didaki lagi
- Berdekatan, Lokasi Data Center Apple dan Facebook
- Mereka yang Berjaya di Panggung Oscar
- WikiLeaks Ancam Publikasikan Email Rahasia Pemerin...
- Lewati Drama Adu Penalti, Liverpool Menangi Piala ...
- Gol Telat Giggs Menangkan MU
- KETIKA BLACKBERRY SUDAH MENGENDALIKAN HIDUP ANDA
- Tifatul: Kenapa Koneksi Kita "Lemot"?
- Pria Ini Rela Dijepit Demi Seribu Retweet
- Twitter Semakin Dekat dengan 500 Juta Anggota
- Perang Panas Apple dan iPAD di Pengadilan
- Ranieri di Bibir Jurang
- Api Padam, Aparat Kepolisian dan TNI Akan Terobos ...
- Ada Perintah Tembak di Tempat
- Napi Mengamuk, Lapas Kerobokan Dibakar
- Kiper MU Kuszczak Bergabung ke Watford
- Ancaman via Email Kembali Marak
- CEO Facebook Terpikat Pinterest
- Jejaring Sosial Pinterest Berhasil Pikat Wanita
- Siap-siap, Pelek Motor Harus SNI
- Sent from BlackBerry® on 3
- Tiru Twitter, Facebook Beri 'Verifed' Akun Asli
- Susupi Facebook, Pelajar Terancam 8 Bulan Bui
- Hancurkan Santander, Madrid Semakin Menjauh
- Hantam Catania, Juve Capolista Lagi
- Hasil First Leg Babak 32-Besar Europa League
- Awas! Jangan Buka Link Otopsi Whitney di Facebook
- Angry Birds Akhirnya 'Mendarat' di Facebook
- Leverkusen Siapkan Dua Taktik Hadapi Barcelona
- Real Madrid Klub Terkaya Dunia
- Jason Mraz Tantang Pengguna Instagram
- Twitwar Terjadi Antara Rossi dan Honda
- Fenomena Kepribadian Ganda di Twitter
- Seorang Bocah Temukan "Kelalaian" Apple, Facebook,...
- Curhat di Facebook Berpotensi Akan Dijauhi Teman
- Twitter Ancaman Terkuat Facebook di Indonesia
- Lihat Siapa yang `Unfriend` Anda di Facebook
- Indonesia Pengguna Twitter Terbesar Kelima Dunia
- Motor Baru Ducati Puaskan Rossi
-
▼
Februari
(49)
Jumlah Pengunjung
Label
- artist (8)
- bercinta (1)
- berita artist mancanegara (14)
- berita bola (35)
- berita mancanegara (2)
- Fakta (1)
- film (2)
- infotainment (4)
- kesehatan (6)
- MOTO GP (46)
- Music (2)
- news. (9)
- perawatan tubuh (2)
- Teknologi (16)
- tips (2)
0 komentar:
Posting Komentar