Seorang Bocah Temukan "Kelalaian" Apple, Facebook, Google, dan Microsoft
Remaja pria ini memang hobi mengutak-atik kode HTML dan berhasil menemukan celah keamanan empat perusahaan tersebut.
Namun, hal ini tidak digunakannnya untuk melakukan aktivitas merugikan tetapi malah sebaliknya, mengingatkan perusahaan untuk lebih meningkatkan keamanan.
Dari hasil temuannya tersebut, Stordal masuk ke dalam Google Security Hall of Fame, juga terpilih sebagai White Hats Facebook Security, dipercaya sebagai pelapor potensial isu keamanan Apple, dan terpilih sebagai peneliti keamanan Microsoft.
"Dari White Hat Facebook, saya mendapatkan kartu elite White Hat Visa yang terisi uang sebesar 500 dollar AS. Saya juga mendapatkan kartu self-persistent XSS (cross-site scripting flaw) dari Facebook, dan non-persistent XSS dari Google, Microsoft, dan Apple," ungkapnya kepada wartawan CNet dalam wawancara via Skype.
Cross-site scripting (XSS) adalah tipe dari kerentanan keamanan komputer yang ditemukan dalam aplikasi web. XSS memungkinan peretas menyuntikkan script ke dalam script yang sudah tersedia.
Bug untuk "Non-persistent XSS" adalah kerentanan yang memungkinkan situs berbahaya untuk menyerang pengguna saat mereka melakukan login akun.
Sedangkan "Persistent XSS" adalah kerentanan yang lebih kuat yang dapat menghancurkan script karena data yang diberikan oleh penyerang telah disimpan ke dalam server.
Stordal menemukan kerentanan-kerentanan ini dan empat perusahaan tersebut telah berterima kasih atas hasil kerjanya.
Remaja Biasa dengan "passion" luar biasa
Stordal merupakan siswa sekolah menengah atas yang menghabiskan waktu sepulang sekolah untuk bermain video game Team Fortress dengan senjata Airsoft. Ia masih sama dengan anak-anak lainnya yang gemar bermain game. Ia juga bekerja paruh waktu di toko ikan di Bergen, Norwegia.
Stordal baru memulai untuk mencari celah keamanan perangkat lunak saat ia berusia 14 tahun. Ia sangat gemar berada di depan PC dan sudah menguasai pemrograman C++.
Stordal ingin melakukan sesuatu yang baru dan meneliti pengetahuan dasar. Suatu hari ia ingin menjadi peneliti celah keamanan perangkat lunak yang digunakan oleh jutaan orang di seluruh dunia.
"Saya hanya mencoba untuk masuk ke dalam sebuah situs dan mencoba memasukkan kode HTML ke dalam website dan ternyata tidak ada saringan dari kode sumber yang tersedia. Saya menemukan celah keamanan Facebook hanya dalam waktu empat hari, Google tiga hari, sedangkan Apple, hanya lima menit," jelasnya.
Meski berjasa, aktivitas Stordal ternyata tidak disetujui oleh orang tuanya. "Mereka tidak suka saya terus berada di depan komputer. Mereka hanya tidak tahu apa yang saya kerjakan," tutup Stordal.
Tulisan Populer
- Cinta Maia Estianty Terganjal Ahmad Dhani?
- Info Menarik – Kontroversi Mas Kawin Menggunakan Seperangkat Alat
- 331 Siswa Tak Lulus UN SMA/MA/SMK
- Daftar Lengkap Transfer Tiga Raksasa Spanyol Musim Ini
- Empat Fakta Seputar Kafein
- Motor MotoGP Terbaik Pilihan Rossi
- Fergie Balas Kritikan Keane
- Sejarah Surkuit Sentul
- Rossi Beberkan Kelemahan Motor Ducati
- Es Cendol Asli Indonesia Masuk Kategori Minuman Terbaik Di Dunia
Blog Archive
-
▼
2012
(199)
-
▼
Februari
(49)
- Asteroid Besar Mungkin Tabrak Bumi pada 2040
- Konser di Jakarta, Sum 41 Minta Makanan Organik
- Gara-gara Tweet, Tiga Pesepakbola Didenda FA
- Yahoo Klaim Facebook Langgar Paten Teknologinya
- Jalan Panjang Google Bangun Kantor di Indonesia
- Rudy Ramawy Ditunjuk Jadi Bos Google Indonesia
- Hujan Lebat Selingi Tes Sepang
- Jolie-Pitt Bikin Wahana Permainan Sendiri untuk An...
- Besok, Majalah PSM Hadir di Makassar
- Daftar 10 negara terkorup di Dunia 2012
- Suatu Hari, Everest Takkan Bisa Didaki lagi
- Berdekatan, Lokasi Data Center Apple dan Facebook
- Mereka yang Berjaya di Panggung Oscar
- WikiLeaks Ancam Publikasikan Email Rahasia Pemerin...
- Lewati Drama Adu Penalti, Liverpool Menangi Piala ...
- Gol Telat Giggs Menangkan MU
- KETIKA BLACKBERRY SUDAH MENGENDALIKAN HIDUP ANDA
- Tifatul: Kenapa Koneksi Kita "Lemot"?
- Pria Ini Rela Dijepit Demi Seribu Retweet
- Twitter Semakin Dekat dengan 500 Juta Anggota
- Perang Panas Apple dan iPAD di Pengadilan
- Ranieri di Bibir Jurang
- Api Padam, Aparat Kepolisian dan TNI Akan Terobos ...
- Ada Perintah Tembak di Tempat
- Napi Mengamuk, Lapas Kerobokan Dibakar
- Kiper MU Kuszczak Bergabung ke Watford
- Ancaman via Email Kembali Marak
- CEO Facebook Terpikat Pinterest
- Jejaring Sosial Pinterest Berhasil Pikat Wanita
- Siap-siap, Pelek Motor Harus SNI
- Sent from BlackBerry® on 3
- Tiru Twitter, Facebook Beri 'Verifed' Akun Asli
- Susupi Facebook, Pelajar Terancam 8 Bulan Bui
- Hancurkan Santander, Madrid Semakin Menjauh
- Hantam Catania, Juve Capolista Lagi
- Hasil First Leg Babak 32-Besar Europa League
- Awas! Jangan Buka Link Otopsi Whitney di Facebook
- Angry Birds Akhirnya 'Mendarat' di Facebook
- Leverkusen Siapkan Dua Taktik Hadapi Barcelona
- Real Madrid Klub Terkaya Dunia
- Jason Mraz Tantang Pengguna Instagram
- Twitwar Terjadi Antara Rossi dan Honda
- Fenomena Kepribadian Ganda di Twitter
- Seorang Bocah Temukan "Kelalaian" Apple, Facebook,...
- Curhat di Facebook Berpotensi Akan Dijauhi Teman
- Twitter Ancaman Terkuat Facebook di Indonesia
- Lihat Siapa yang `Unfriend` Anda di Facebook
- Indonesia Pengguna Twitter Terbesar Kelima Dunia
- Motor Baru Ducati Puaskan Rossi
-
▼
Februari
(49)
Jumlah Pengunjung
Label
- artist (8)
- bercinta (1)
- berita artist mancanegara (14)
- berita bola (35)
- berita mancanegara (2)
- Fakta (1)
- film (2)
- infotainment (4)
- kesehatan (6)
- MOTO GP (46)
- Music (2)
- news. (9)
- perawatan tubuh (2)
- Teknologi (16)
- tips (2)
0 komentar:
Posting Komentar