Sabtu, 03 Maret 2012

postheadericon Trio Napoli Dihargai 2,3 Triliun Rupiah

Berbagai upaya terus dilakukan Napoli guna membentengi para pemain bintangnya. Terutama tiga pemain depan, Edinson Cavani, Ezequiel Lavezzi, dan Marek Hamsik. Tak tanggung-tanggung, I Partenopei mematok harga mencapai 200 juta euro atau mencapai Rp2,3 trilun untuk ketiganya.

Trisula Napoli itu memang paling banyak diburu klub-klub Eropa. Setidaknya, Inter Milan, Chelsea, Manchester City hingga AC Milan terus memantau salah satu di antara mereka. Namun, Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis menegaskan tak tertarik melepas ketiganya.

"Tak ada yang sanggup membeli ketiganya. Saya tak akan menjualnya, tapi hanya akan melepas dengan harga yang tak mungkin saya tolak. Dalam arti, dua atau tiga kali lipat dari harga mereka di pasar," beber De Laurentiis.

"Saya tak akan melepas Cavani dengan harga 70 juta euro. Saya berkali-kali menegaskan harganya mencapai 100 juta euro. Lavezzi merupakan nyawa Napoli, dan harganya tak kurang dari 50 juta euro. Hamsik? Saya menganggap dia seperti anak sendiri. Dia juga pantas dihargai 50 juta euro. Keuangan kami cukup berimbang, jadi saya tak akan memaksa menjual mereka," sambung dia.

Sikap keras De Laurentiis memang cukup beralasan. Dia mengangkat Napoli dari kebangkrutan, yang memaksa tim terdegradasi ke Serie-C. Dan sejak De Laurentiis berkuasa, Napoli perlahan bangkit, hingga menjadi salah satu kekuatan besar di Italia dan juga Eropa.

"Pada awalnya, saya sama sekali tak tahu menahu soal sepak bola. Saya datang ke stadion saat AC Milan menang di kejuaraan Eropa melawan Steaua Bucuresti, dan beberapa kali ketika saya kecil. Tapi saya lebih menyukai bola basket dibanding olahraga lain," beber De Laurentiis.

Disambung, "Saya tahu sejarah Napoli dan juga bekerja sama dengan Diego Maradona di sebuah film. Tapi ketika orang berbicara mengenai taktik, itu amsih menjadi teka-teki buat saya," tambah dia lagi.

Terkait soal kabar Maradona akan kembali ke Napoli sebagai pelatih suatu hari nanti, De Laurentiis tak membantahnya. "Tentu saja itu akan sangat menyenangkan. Tapi dia memiliki masalah dengan kota ini. Dia bisa menjadi duta klub. Karena itu dia bisa bekerja di klub, tanpa perlu berada di Italia,"  pungkas dia.

0 komentar:

Jumlah Pengunjung