Minggu, 16 Oktober 2011

postheadericon Usai Kerusuhan, Inggris Pastikan Tak Tutup Facebook

Perdana Menteri Inggris, David Cameron tidak akan menutup Facebook, bahkan jika saat itu terjadi kerusuhan. Hal itu disampaikan seorang eksekutif jejaring sosial.

Kemungkinan ditutupnya Facebook, berawal dari dipanggilnya sejumlah eksekutif Facebook, Twitter dan BlackBerry. Mereka dipanggil untuk bertemu dengan Sekretaris Utama, Theresa May.

Pemanggilan itu terkait mengenai layanan mereka, yang digunakan untuk mengkoordinasi dan mendorong penjarahan selama kerusuhan di Inggris. Pemerintah mencoba untuk memberhentikan sementara jaringan digital tersebut.

Namun, Wakil Presiden Facebook Eropa, Joanna Shield, mengesampingkan kemungkinan Pemerintah Inggris bisa menutup jejaring sosial terbesar di dunia itu. Demikian seperti dilansir Telegraph, Minggu (16/10/2011).

"Saya tidak berpikir bahwa hal itu bisa terjadi," ujar Shield saat menghadiri konfrensi digital di London.

Shield menolak berkomentar, apakah Pemerintah memiliki hak untuk menutup atau mengendalikan jaringan digital ketika digunakan untuk tujuan kriminal. Shield hanya mengatakan, bahwa hubungan Facebook dan Pemerintah Inggris "sangat kuat".

"Kalau ada orang-orang yang menyebabkan masalah, dan mempublikasikannya melalui halaman Facebook, mereka mungkin akan terjebak," tandas Shield.

Pekan lalu, Mentri Luar Negeri Inggris, William Hague, berbicara mengenai adanya penyensoran terhadap Facebook atau Twitter. Meskipun pada saat itu, Cameron dan polisi  memanfaatkan fungsi jejaring sosial tersebut selama masa kerusuhan sipil Inggris.

0 komentar:

Blog Archive

Jumlah Pengunjung