Kamis, 20 Oktober 2011

postheadericon iPad Dijadikan Terapi Gangguan Mata

Seorang peneliti di University of Kansas percaya iPad bisa memperbaiki kehidupan dan gangguan penglihatan korteks (CVI) atau gangguan neurologis parah akibat kerusakan otak yang mencegah anak menafsirkan informasi visual dengan baik.

Muriel Saunders, asisten peneliti profesor di University Kansas Life Span Institute mengatakan telah menguji 15 anak dan menemukan hasil yang benar-benar mengejutkan.

"Setiap anak terpesona dengan iPad. Anak-anak yang biasanya tidak bisa melihat orang, tidak menanggapi sebuah benda atau menanggapi dengan cara yang sangat berulang-ulang, namun benar-benar bisa terpaku dengan iPad. Itu adalah pengalaman yang menakjubkan," ungkapnya seperti dikutip Medical Xpress, Jumat (7/10/2011).

Saunders, yang bekerja dengan anak-anak penderita CVI mencoba membantu mereka untuk mengembangkan kemampuan berbahasa ketika melakukan terapi bersama orang tua dengan menggunakan kotak cahaya yang mirip dengan kotak cahaya dokter untuk melihat sinar X-ray. Hal ini karena anak-anak penderita CVI memiliki hanya mampu melihat lampu dan objek dengan pencahayaan yang tinggi.

"Seseorang dengan CVI parah akan menghabiskan banyak waktu untuk melihat lampu," cetusnya.

"Mereka mungkin hanya duduk dan melihat sebuah cahaya di dalam rumah, atau biasanya mereka melihat sinar matahari yang cerah dengan keluar jendela. Mereka mungkin hanya melihat sesuat yang lewat secara singkat. Tetapi mereka tidak mampu melihat wajah dan melihat tertentu secara jelas. Sehingga mereka tampak terlihat seperti orang buta," jelasnya.

Dengan layar terang yang ditawarkan iPad dan interaktivitas seperti suara dan warna yang jauh lebih menarik membuat anak-anak penderita CVI lebih mudah mengenali dan melihat sesuatu di dalam iPad.

"Kami menggunakan beberapa aplikasi bayi yang sangat sederhana. Salah satunya disebut 'Baby Finger', di mana mereka hanya menyentuh layar dan suara, gambar, serta bentuk berwarna akan muncul dengan background warna putih. Hal ini secara tidak langsung mirip dengan kotak lampu dan tidak hanya menawarkan warna hitam dan putih, karena ada juga warna cerah yang ditampilkan iPad," terangnya.

Orang tua dari anak-anak penderita CVI telah melihat bahwa iPad sangat berpotensi sebagai alat terapi untuk anak mereka. Penggunaan iPad sebagai terapi CVI telah mulai menyebar di chat room internet dan jejaring sosial. Tapi belum ada penelitian formal yang mendokumentasikan kekuatan iPad untuk membantu anak-anak penderita CVI.

Saunders berharap untuk membuat perubahan itu dan sekarang sedang menulis proposal ke National Institutes of Health untuk melakukan penelitian menyeluruh dengan menggunakan iPad.

"Ada begitu banyak aplikasi yang kini sudah tersedia, kita tidak harus pergi keluar dan membuat aplikasi kita sendiri. Ada aplikasi yang tersedia untuk membuat papan komunikasi. Selain itu juga ada aplikasi yang tersedia dengan tingkat kesulitan yang berbeda antara Orangtua dan anak-anak penderita CVI, mereka sudah belajar menggunakan iPad yang ditujukan untuk melakukan terapi," simpunya.

Saunders melakukan tes awal penggunaan iPad dengan dukungan kerjasama dari Junior Blind of America di Los Angeles.

0 komentar:

Blog Archive

Jumlah Pengunjung