Senin, 19 September 2011
Saham RIM Anjlok
23.56 | Diposting oleh
Mraz |
Edit Entri
Terus merosotnya saham Research in Motion (RIM), vendor pembuat peranti dan layanan BlackBerry, membuat duo pendirinya, Jim Balsillie dan Mike Lazaridisi kehilangan statusnya sebagai miliarder.
Saham RIM memang terjungkal hingga kini nilainya hanya separuh dibanding pada awal tahun ini. Seperti dikutip Sidney Morning Herald, baik Jim maupun Mike, masing-masing memiliki sekitar 5 persen saham di RIM.
Kini nilai saham mereka jatuh bebas dari US$ 1,9 miliar (sekitar Rp 16,8 triliun) menjadi hanya US$640 juta (sekitar Rp 5,6 triliun).
Laporan keuangan RIM selama tiga kuartal belakangan juga selalu mengecewakan para investor. RIM kini seperti tertatih-tatih mengejar Apple yang makin sukses dengan iPhone dan iPad-nya.
Tablet mutakhir RIM, BlackBerry Playbook juga tak mampu mendongkrak kepercayaan pasar. "Mereka [para pendiri RIM] salah kebijakan," ujar Matthew Thornton, seorang analis dari Avian Securities di Boston.
Menurut dia, RIM meluncurkan PlayBook begitu terlambat. Mereka juga gagal meyakinkan Wall Street untuk menjadi pesaing yang patut diperhitungkan bagi Apple dan Google.
Pada Jumat lalu, di Bursa Nasdaq, saham RIM jatuh 19 persen menjadi hanya US$ 23,93. Ini merupakan penurunan sebesar 66 persen dari harga tertinggi di 2011. Kondisi ini menandai antiklimaks yang dialami RIM, sejak dominasinya di akhir 1990-an.
Pada 1999, saham RIM sempat meroket hingga 70 kali lipat setelah memperkenalkan BlackBerry. Saham RIM di Nasdaq New York juga sempat mencetak rekor tertinggi pada 2008. Dibandingkan harga saham saat itu, kini saham RIM anjlok sekitar 84 persen.
Saham RIM memang terjungkal hingga kini nilainya hanya separuh dibanding pada awal tahun ini. Seperti dikutip Sidney Morning Herald, baik Jim maupun Mike, masing-masing memiliki sekitar 5 persen saham di RIM.
Kini nilai saham mereka jatuh bebas dari US$ 1,9 miliar (sekitar Rp 16,8 triliun) menjadi hanya US$640 juta (sekitar Rp 5,6 triliun).
Laporan keuangan RIM selama tiga kuartal belakangan juga selalu mengecewakan para investor. RIM kini seperti tertatih-tatih mengejar Apple yang makin sukses dengan iPhone dan iPad-nya.
Tablet mutakhir RIM, BlackBerry Playbook juga tak mampu mendongkrak kepercayaan pasar. "Mereka [para pendiri RIM] salah kebijakan," ujar Matthew Thornton, seorang analis dari Avian Securities di Boston.
Menurut dia, RIM meluncurkan PlayBook begitu terlambat. Mereka juga gagal meyakinkan Wall Street untuk menjadi pesaing yang patut diperhitungkan bagi Apple dan Google.
Pada Jumat lalu, di Bursa Nasdaq, saham RIM jatuh 19 persen menjadi hanya US$ 23,93. Ini merupakan penurunan sebesar 66 persen dari harga tertinggi di 2011. Kondisi ini menandai antiklimaks yang dialami RIM, sejak dominasinya di akhir 1990-an.
Pada 1999, saham RIM sempat meroket hingga 70 kali lipat setelah memperkenalkan BlackBerry. Saham RIM di Nasdaq New York juga sempat mencetak rekor tertinggi pada 2008. Dibandingkan harga saham saat itu, kini saham RIM anjlok sekitar 84 persen.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tulisan Populer
- Cinta Maia Estianty Terganjal Ahmad Dhani?
- Info Menarik – Kontroversi Mas Kawin Menggunakan Seperangkat Alat
- 331 Siswa Tak Lulus UN SMA/MA/SMK
- Daftar Lengkap Transfer Tiga Raksasa Spanyol Musim Ini
- Empat Fakta Seputar Kafein
- Motor MotoGP Terbaik Pilihan Rossi
- Fergie Balas Kritikan Keane
- Sejarah Surkuit Sentul
- Rossi Beberkan Kelemahan Motor Ducati
- Es Cendol Asli Indonesia Masuk Kategori Minuman Terbaik Di Dunia
Blog Archive
-
▼
2011
(338)
-
▼
September
(53)
- Jadikan Blog Sebagai 'Tambang' Uang
- NASA berbicara Tentang Segitiga Bermuda
- Fenomena Orang Tidur Ketindisan
- Ducati Bawa Ahli Radiasi ke Motegi
- Inter Milan Akhirnya Pecat Gasperini
- 5 Tips Bisnis untuk Tetap di Depan
- Stoner Bidik Gelar Juara Dunia di 'Balapan Kandang'
- Bahasa Indonesia Didorong Jadi Bahasa Resmi ASEAN
- Para Peneliti Berhasil Temukan Cara Cegah HIV
- Rossi Siap Ubah Gaya Berkendara
- Rossi Bingung dengan Motornya
- Lorenzo Mulai Pesimistis Bisa Pertahankan Gelar
- Hanya Nasib Sial yang Bisa Halangi Stoner Juara Dunia
- Saham RIM Anjlok
- 'Ini Laga yang Gila'
- MU Bungkam Chelsea 3-1
- Europa League: Pekan Buruk Tim Inggris
- Jelang MotoGP Aragon Lorenzo Optimistis Menang Lagi
- Dorna Tak Paksa Pembalap Tampil di Motegi
- Duo Yamaha Dipastikan Tampil di Motegi
- Jejaring social baru yang bakal menyaingi FB,Twitt...
- Kasus BlackBerry Bak 'Buruk Rupa Cermin Dibelah'
- Kata 'Retweet' Masuk Kamus Oxford
- Diblokir Google+, Para Hacker Melawan
- Ikuti Jejak Twitter, Google+ Incar Selebriti?
- Twitter Tembus 100 Juta Pengguna Aktif
- Sasis Baru Ducati Terkuak di Mugello
- Anak Zidane Berlatih di Tim Utama Madrid
- Lorenzo Juarai MotoGP San Marino
- Investor Jerman Tertarik Membeli Saham PSM
- Lorenzo Tetap Yakin Jegal Stoner di Misano
- Pedrosa Akui Stoner & Lorenzo Lebih Cepat
- Kualifikasi MotoGP San Marino Stoner Raih Pole Pos...
- Stoner Prediksikan Balapan Ketat
- 4 Cara Menyembuhkan Sakit Hati Ketika Cinta Ditolak
- Google+ Akan Tiru Fitur di Twitter
- Alasan Wanita Lajang Tertarik pada Pria yang Sudah...
- Hasil & Klasemen Kualifikasi Euro 2012 Zona Eropa
- Steve Jobs Mendapat Pengakuan dari Google
- Jerman Negara Pertama ke Euro 2012
- Fabregas Selamatkan Spanyol dari Kekalahan
- Cassano Pastikan Tiket Italia ke Euro 2012
- Inggris Benamkan Bulgaria
- Belanda Gasak San Marino 11-0
- Tanpa judul
- Hasil kualifikasi PPD 2014 zona asia
- Rektor UMI: Biar Dibayar Rp 1 M, Tidak Akan Diterima
- Tips: Cara Menghemat Batere Blackberry
- Hormat Rossi dan Stoner untuk Capirossi
- Capirossi Pensiun Akhir Musim Ini
- Permusuhan Madrid-Barcelona Ganggu Timnas Spanyol
- Facebook: Media Nyaman Berburu Pasangan dan Selingkuh
- Facebook Akan Rilis Fitur Musik
-
▼
September
(53)
Jumlah Pengunjung
Label
- artist (8)
- bercinta (1)
- berita artist mancanegara (14)
- berita bola (35)
- berita mancanegara (2)
- Fakta (1)
- film (2)
- infotainment (4)
- kesehatan (6)
- MOTO GP (46)
- Music (2)
- news. (9)
- perawatan tubuh (2)
- Teknologi (16)
- tips (2)
0 komentar:
Posting Komentar