Sabtu, 23 Juni 2012

postheadericon Gaya Rambut CR7 Bikin Dua Model Dunia "Perang" di Twitter

Baik di dalam maupun luar lapangan, Cristiano Ronaldo dikenal sosok yang sangat memerhatikan penampilan. Dan, pada gelaran Euro 2012 ini, salah satu perubahan penampilan yang ditunjukkan kapten Portugal itu adalah dari gaya rambut.

Setiap pertandingan, Ronaldo memang tampak selalu tampil klimis. Rambut Ronaldo berbeda dengan saat masih bermain bersama Real Madrid, ketika masih bergaya mohawk . Dan ternyata, gaya rambut Ronaldo di Euro kali ini cukup mengundang perhatian banyak orang, khususnya di kalangan model.

Salah satu model kenamaan dunia asal Israel, Bar Refaeli pun tak segan menyindir gaya rambut Ronaldo. "Satu-satunya yang bisa aku pikirkan ketika  menonton Ronaldo adalah bahwa gel rambut yang dipakai seharusnya dilarang," sindir Refaeli melalui akun twitter-nya @BarRefaeli yang memiliki 220.000 followers .

Meski berprofesi sama dengan Refaeli, kekasih Ronaldo, Irina Shayk ternyata berbeda pandangan. Dia menyambut pernyataan Refaeli dengan sindiran balasan. "Menjadi pembenci terlihat tidak manis. Belajar lah menjadi pencinta," ketus model Rusia berusia 26 tahun itu lewat @theirishayk. Yang langsung dibalas kembali dengan santai oleh Refaeli. "Aku mencintaimu, aku juga mencintai kekasihmu. Aku hanya tidak menyukai gel rambut."

Well , dengan gaya rambut Ronaldo yang terus bertahan selama empat pertadingan Portugal di Euro 2012, tampaknya "perang terbuka" antara Refaeli dan Shayk bisa terus berlanjut. Apalagi, usut punya usut, ternyata Refaeli adalah fans Barcelona, klub yang menjadi rival Ronaldo di Liga BBVA.
Sent from BlackBerry® on 3

Baca Selengkapnya

postheadericon Spanyol vs Prancis: Terbaik vs Rekor

Pertandingan seru akan tersaji di Donbass Arena, Sabtu (23/4). Ketika juara bertahan Spanyol bertanding menghadapi Prancis.

Pelatih Prancis, Laurent Blanc, mengatakan Spanyol adalah tim terbaik di dunia. Akan tetapi, Les Bleus justru punya rekor apik pada laga resmi ketika menghadapi Spanyol.

La Furia Roja tak pernah mengalahkan Prancis pada laga di putaran final sebuah kompetisi antarnegara. Malah, dua kekalahan menyakitkan dirasakan Spanyol, yakni di final Piala Eropa 1994 dan perempat final Euro 2000.

Prancis jualah yang menjadi tim terakhir yang bisa menyisihkan Spanyol di kompetisi antarnegara. Tepatnya di Piala Dunia 2006. Setelah itu, Spanyol hanya kalah sekali dari 38 laga resmi internasional - melawan Swiss.

Tentunya akan menjadi tantangan bagi Iker Casillas dan Hugo Lloris. Sebagai kapten, kedua kiper itu harus bisa menjaga mental rekan-rekannya guna menjaga status yang terbaik La Furia Roja atau menjaga rekor tanpa kalah Prancis dari Spanyol. (jalu)

REKOR PERTEMUAN

Kendati tak pernah menang di partai resmi, Spanyol unggul sedikit dalam rekor pertemuan dengan Prancis. Dari 30 pertemuan, Spanyol menang 13 dan Prancis 11 kali.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada sebuah laga persahabatan, Maret 2010 silam. Saat itu, Prancis yang menjamu Spanyol di St. Denis, kalah 0-2 lantaran gol David Villa dan Sergio Ramos.
SPANYOL

La Furia Roja tak terkalahkan dalam 17 laga resmi beruntun. Namun dalam 14 laga persahabatan, Tim Matador kalah empat kali.
Álvaro Arbeloa, Jordi Alba, Fernando Torres, Xabi Alonso, Javi Martínez terancam absen pada laga selanjutnya andai kembali mendapatkan kartu kuning.
Andai kembali dimainkan sebagai pemain pengganti, Cesc Fabregas akan menyamai rekor Aaron Winter yang tampil 7 kali sebagai pengganti pada putaran final Piala Eropa.
Dari 20 laga internasional terakhir, penguasaan bola para pemain Spanyol selalu di atas 50 persen, pengecualian kalah final Euro 2008.
Casillas sudah empat kali diikutsertakan pada skuad Spanyol dalam empat Piala Eropa.
PRANCIS

Sebelum kalah dari Swedia, Les Bleus tak terkalahkan dalam 23 laga internasional.
Philippe Mexes tak bisa dimainkan karena terkena skorsing.
Jeremy Menez dan Mathieu Debuchy terancam absen pada laga selanjutnya andai mendapatkan kartu kuning saat melawan Spanyol.
Samir Nasri dan Franck Ribery baru sembuh dari cedera ringan saat latihan, Rabu (20/6), lalu. Yohan Cabaye yang absen pada laga melawan Swedia karena cedera, sudah bisa kembali dimainkan.
Hugo Lloris menjadi satu-satunya pemain yang selalu tampil pada kualifikasi.
PRAKIRAAN LINE-UP
Spanyol (4-2-3-1): Casillas, Arbeloa, Ramos, Pique, Alba, Busquets, Alonso, Iniesta, Xavi, Silva, Torres
Prancis (4-2-3-1): Lloris, Debuchy, Koscielny, Rami, Clichy, Cabaye, M'Vila, Menez, Nasri, Ribery, Benzema
Sent from BlackBerry® on 3

Baca Selengkapnya

postheadericon Kalahkan Yunani, Jerman Perpanjang Rekor Kemenangan

Jerman tidak perlu usaha keras untuk melaju ke babak semifinal setelah berhasil membantai Yunani pada babak perempat final 4-2, Jumat (22/6). Hasil ini membuat Jerman memperpanjang rekor kemenangannya pada laga resmi yaitu 15 kali kemenangan.

Pada laga kali ini Jerman melakukan tiga perubahan dalam komposisi penyerangan. Joachim Low memilih untuk memainkan Miroslav Klose, Andre Schurrle, dan Marco Reus.

Keputusan tersebut ternyata terbukti tepat. Ketiga pemain ini bermain sangat baik sepanjang babak pertama. Baru berjalan tiga menit, Jerman nyaris memimpin terlebih dahulu.

Sayang gol Klose memanfaatkan bola muntah tendangan Sami Khedira dianulir wasit karena terlebih dahulu offside.

Jerman terlihat sangat mendominasi dan memaksa Yunani bertahan total. Mesut Ozil, Reus, dan Schurrle beberapa kali membuat kesempatan emas melalui tembakan-tembakan mereka. Sayang, penjaga gawang Yunani, Michal Sifakis bermain sangat baik.

Usaha Jerman akhirnya berbuah hasil pada menit ke-39. Tanpa diduga kapten mereka, Philipp Lahm, berhasil mengoyak gawang Yunani melalui tendangan jarak jauhnya. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, tidak ada yang berubah dari permainan kedua tim. namun, Yunani mulai bisa melakukan serangan-serangan balik berbahaya.

Tanpa diduga, Yunani berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-55. Serangan balik cepat Yunani membuat Dimitris Salpingidis membuat assist menawan sebelum Giorgos Samaras mencetak gol. Skor imbang 1-1.

Tidak perlu waktu lama bagi Der Panzer untuk menyamakan kedudukan. Pada menit ke-61, tendangan voli indah Khedira hasil umpan Ozil mengujam deras gawang Sifakis. Jerman kembali unggul 2-1.

Lima menit kemudian, Der Panzer kembali menambahkan pundi-pundi golnya. Ozil kembali menjadi sosok penting setelah umpan tariknya mampu disambut dengan sundulan sempurna oleh Klose. Yunani seperti menyerah dengan keadaan tersebut.Jerman pun terlihat sangat nyaman memborbardir lini belakang mereka. Alhasil Reus berhasil mencetak gol pertamanya lewat tendangan kaki kanan keras pada menit ke-74. Jerman unggul 4-1. 

Jelang laga berakhir, Yunani mendapat hadiah penalti setelah Jerome Boateng mengganjal salah satu pemain Yunani. Salpingidis berhasil mengeksekusi penalti tersebut dengan sempurna. Skor 4-2 pun berakhir hingga laga usai. (Redzi)

Susunan Pemain: Jerman: Neuer, Boateng, Hummels, Badstuber, Lahm, Khedira, Schweinsteiger, Reus (Gotze), Özil, Schürrle (Muller), Klose (Gomez).Yunani: Sifakis, Torosidis, Sokratis, Papadopoulos, Tzavellas (Fotakis), Makos (Liberopoulos), Maniatis, Katsouranis, Ninis (Gekas), Salpingidis, Samaras.

Statistik: Penguasaan Bola: 66%-34%Jumlah Tembakan: 24-9Tembakan ke Gawang: 14-5Korner: 10-1Offside: 5-2Kartu Kuning: Jerman (-) Yunani (Samaras, Papastathopoulos)Kartu Merah: -
Sent from BlackBerry® on 3

Baca Selengkapnya

Jumlah Pengunjung